Breaking News

Membayangkan Serunya Punya 15 Anak, Atta Halilintar: Semua Bergantung Istri, Enggak Usah Memaksa

Sempat heboh ketika Atta Halilintar menyampaikan keinginannya punya 15 anak dari Aurel. Terkait keinginan tersebut, Atta Halilintar menegaskan hal itu hanya lelucon. "Itu cuman kayak lelucon nyangka nyangka 'ih punya anak lima belas seru kali ya'," ucap Atta Halilintar dalam kanal YouTube MAIA ALELDUL TV yang diunggah Rabu (21/4/2021).

Soal anak, ia utamakan kesehatan istrinya Aurel Hermansyah. Dia juga bersyukur berapa pun jumlah anak yang diberikan nanti. "Semua tergantung istri, sesehatnya istri aku' kalau misalnya istri aku mampunya dikasih Allah berapa, kita bersyukur enggak usah maksa maksa," jelas youtuberkelahiran 20 November 1994 tersebut. Lalu, Atta menceritakan soal keluarganya yang memiliki banyak anak.

Menurutnya jika ibunya, Lenggogeni Faruktak pernah dipaksa untuk punya banyak anak. "Yang pasti kalau mamaku 11 kali itu normal dan itu bukan mamaku dipaksa papaku, mereka bahagia banget punya banyak anak, dia manusia paling bahagia punya banyak anak," tutur Atta. Selanjutnya, Atta pun menyebut nama sang ayah, Halilintar Anofial Asmid yang malah ingin punya 13 anak. Berbeda dengan Geni yang enggan memiliki anak banyak. Namun seiring waktu hal itu berubah.

"Padahal waktu nikah papaku pengen anak 13, mamaku dulu bilang nggak suka punya banyak anak tiba tiba malah sayang sama anak anaknya," jelas Atta. "Dan bisa mendidik anaknya sampai kerja bikin bisnis sendiri, bisa mandiri tanpa minta orangtua," tambahnya. Berkaca dari kedua orangtuanya yang punya anak banyak. Atta tak memungkiri ingin juga seperti itu. Tetapi, ia menegaskan jika dirinya mengutamakan kesehatan Aurel.

"Tapi balik lagi tergantung kesehatan istri, yang penting istrinya sehat, jadi nggak ada dipaksa." ucapnya. Sebelumnya keinginan Atta untuk punya anak 15 dari pernikahannya dengan Aurel Hermansyah mendapatkan komentar negatif serta dikecam Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah. Menurut dia tak sepatutnya Atta bicara seperti itu sebab perempuan bukanlah pabrik pembuatan anak.

"Perempuan tidak bisa diposisikan sebagai 'pabrik' anak saja, perempuan memiliki hak untuk menentukan kapan, berapa jumlah anak, dan jarak setiap anak dalam perkawinan," tutur Siti Aminah, Rabu (7/4/2021). Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.