Breaking News

Kronologi Sopir Angkot Dibunuh Kernetnya di Medan, Pelaku Buang Jasad Korban ke Semak-semak

Warga di Jalan Pringgan, Lingkungan 14, Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Medan, Sumatera Utara digegerkan dengan sesosok mayat pria, Senin (5/4/2021) pagi. Jenazah tersebut ditemukan berada di semak belukar dekat parit. Saat ditemukan, korban mengenakan kemeja berlogo Partai Demokrat.

Bagian wajah korban tampak berlumuran darah. Kepala Lingkungan 14 Desa Bandar Khalifah, Wawan mengatakan dirinya baru tahu ada penemuan mayat setelah dihubungi warga. "Setelah menerima informasi itu, saya langsung ke lokasi. Saya lihat mayat itu adalah seorang pria yang mengenakan kemeja Partai Demokrat," kata Wawan, Senin (5/4/2021).

Saat ditemukan, jenazah pria itu dalam posisi telentang. Bukan hanya wajahnya saja yang berdarah, bagian telinga juga mengeluarkan darah segar. "Di hidung dan kepalanya juga berdarah," ujar Wawan.

Dari amatan di lokasi, tampak jejak ceceran darah di aspal. "Kalau diperhatikan, diduga ini baru saja kejadiannya. Karena ceceran darahnya masih segar," kata Wawan. Tak lama kemudian, polisi pun datang ke lokasi.

"Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap mayat tersebut, pihak kepolisian langsung membawanya ke rumah sakit," terangnya. Belakangan korban diketahui bernama Junaidi (62). Korban merupakan warga Jalan Mayor Kompleks SDN 94 Medan, Kecamatan Medan Barat.

Sehari hari korban bekerja sebagai sopir angkot. Berdasarkan identitas korban tersebut, kepolisian pun bergerak cepat dengan menangkap pelakunya. Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan Junaidi tewas dibunuh Fadilah Aidil (41).

"Kami menyampaikan bahwa dalam kasus ini tersangka pembunuh korban adalah kernetnya," kata Riko, Selasa (6/4/2021). Dia mengatakan, pelaku merupakan warga Jalan Veteran IV, Kecamatan Medan Helvetia. Pelaku selama ini bekerja sebagai kernet korban.

"Pengungkapan kasus ini berangkat dari adanya temuan, bahwa pelaku sempat datang menemui keluarga korban mengembalikan handphone kepada istri korban," "Atas dasar itu Sat Reskrim langsung melakukan pencarian terhadap kernet tersebut," kata Riko. Dari hasil pencarian, akhirnya Fadilah Aidil berhasil diamankan.

Dalam kasus ini, Fadilah Aidil ditembak kedua kakinya. Ketika dihadirkan dalam gelar pemaparan, Fadilah Aidil tampak duduk di kursi roda. Kedua kakinya dibalut perban putih.

Saat Kapolrestabes Medan memaparkan kasusnya, Fadilah Aidil cuma tertunduk lesu. Sesekali dia terlihat memegangi pahanya, dan wajahnya meringis menahan sakit. "Adapun motif tersangka membunuh korban karena sakit hati," terang Riko.

Sebelum pembunuhan terjadi, sambung Riko, korban dan pelaku sempat cekcok. Saat itu, pelaku tengah membenahi angkot milik korban. Karena ada kesalahan, korban memukul kepala belakang pelaku.

Atas dasar itulah pelaku pitam dan membunuh korban. Kemudian, jasad korban dibuang di semak semak pinggir parit di Jalan Pringgan Dusun 14, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Seituan. Dari hasil penyelidikan sementara, usai membuang jenazah korban, pelaku berusaha menjual angkot tersebut kepada orang lain.

Namun tidak ada yang mau membeli angkot dimaksud. Alhasil, pelaku menjual sejumlah onderdil angkot itu kepada penadah. "Saat ini kami masih mengejar penadah mesinnya," kata Riko.

Dari tangan tersangka, disita empat buah ban mobil di kandang ayam serta uang Rp 500.000 dari hasil penjualan mesin mobil milik korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published.